T O K O H
| Home | Berita Utama | Tokoh | Shirah | Nurani | Senyum | IPTEK | Redaksi |
|
Ir. Ariffien Mansyoer Pembantu Rektor III Universitas Riau
Apakah IPK Tinggi Menjamin Mahasiswa Sukses ? Tujuan utama mahasiswa duduk di bangku perkuliahan adalah belajar maksimal dengan nilai memuaskan. Tapi tidak ada salahnya mengikuti aktifitas ekstern kampus demi mendapatkan pengalaman. Persoalannya sekarang, banyak mahasiswa yang enggan beraktifitas disebabkan takut terlambat menyelesaikan studi. Apa yang harus dilakukan seorang mahasiswa? Jawabannya dapat kita lihat dari perbincangan kru Kinetik Nahar Efendi dengan Ir. Ariffien Mansyoer, Pembantu Rektor III Universitas Riau, berikut ini :
Bagaimana
menurut pandangan Anda mengenai aktifitas mahasiswa di kampus ? Kita
lihat dulu aktifitasnya dari segi apa. Apakah dari segi akademis atau
non akademis. Kalau dilihat dari segi akademis, di Unri ini masih sangat
jauh dari keinginan karena
dapat dilihat dari kurangnya minat mahasiswa dalam mengikuti Lomba Karya
Tulis Ilmiah (LKTI). Tetapi untuk kegiatan non akademis seperti olah
raga dan seni kelihatannya banyak pendukungnya. Apa
yang menyebabkan lemahnya minat mahasiswa dalam mengikuti LKTI ? Saya
pikir mungkin karena kurangnya sosialisasi, kemudian kurangnya
koordinasi antara dosen dengan mahasiswa. Bagaimana
menurut Anda belajar yang efektif diperguruan tinggi ini? Saya
kira perlu diadakannya kelompok studi dalam belajar. Dengan adanya
kelompok studi bisa saling mengisi kekurangan, tetapi sayang, nampaknya
mahasiswa kurang berkenan. Mengenai belajar efektif ini juga tergantung
dari dosen yang mengajar. Tergantung
dalam hal apa? Yang
pertama adalah kemahiran dosen dalam penguasaan ilmu yang dibidanginya,
kemudian keseriusan dosen dalam mengajar juga sangat penting. Bagaimana
dengan adanya fenomena nyontek? Ini
sebenarnya tergantung dari mahasiswa itu sendiri. Kondisi sewaktu ujian
juga mempengaruhi sepertti posisi duduk mahasiswa, pengawasan dosen yang
kurang ketat. Tetapi kenyataan sekarang ini mahasiswa umumnya mengejar
nilai bukan mengejar ilmu. Sesungguhnya apakah dengan IPK tinggi
menjamin mahasiswa untuk sukses? Kembali
pada kegiatan ekstra kurikuler, bagaimana Anda melihat hal ini? Kegiatan
ekstern kampus itu sangat perlu selain untuk menambah wawasan, juga
memperluas pergaulan dengan orang lain. Semua ini akan menunjang
mahasiswa dalam karirnya dimasa depan. Mahasiswa yang kutu buku tidak
menjamin masa depannya cerah. Tetapi mahasiswa yang mempunyai kegiatan
ekstra kokurikuler relatif lebih baik tetapi jangan sampai mengganggu
perkuliahan. Tentang
dosen yang jual nilai bagaimana? Kalau
ada dosen yang jual nilai perlu ditindak sesuai hukum yang berlaku,
tetapi dalam hal ini perlu kerja samalah dengan mahasiswa, sebab kalau
tidak bagaimana kami bisa mengetahui. Apa
pesan Anda untuk mahasiswa? Selain
belajar seorang mahasiswa perlu mengkombinasikannya dengan kegiatan
ekstern kampus, ya intinya masuk organisasi. DNeon |
|
Copyright @ 2003. Kritik dan saran, silahkan kirim ke alamat redaksi atau email alkamil_fmipa@yahoo.com